Referensi & Edukasi IVF | Sahabat Bayi Tabung Indonesia

Pemeriksaan Pra-IVF

Sebelum Siklus Pertama Dimulai — Memahami Semua Pemeriksaan yang Membuat Protokol IVF Anda Lebih Tepat Sasaran

2 pasangan
Yang Perlu Diperiksa — Pria dan Wanita
4 blok
Kelompok Pemeriksaan Utama Pra-IVF
2–3 minggu
Estimasi Waktu Menyelesaikan Semua Tes
1 siklus
Menstruasi Terbaik untuk Memulai Tes Hormonal

Pemeriksaan Kesuburan Pra-IVF : Semua yang Perlu Diperiksa Sebelum Memulai Program Bayi Tabung

Mengapa Pemeriksaan Pra-IVF Penting?

Program IVF bukan prosedur yang sama untuk setiap pasangan. Protokol stimulasi yang digunakan, teknik fertilisasi yang dipilih, keputusan tentang PGTA, dan banyak keputusan klinis lainnya semuanya bergantung pada data yang dikumpulkan dari serangkaian pemeriksaan sebelum siklus dimulai.

Pemeriksaan pra-IVF melayani tiga tujuan utama: merancang protokol yang paling tepat untuk pasangan tersebut, mengidentifikasi kondisi yang perlu ditangani sebelum atau selama IVF, dan memenuhi persyaratan keamanan yang diwajibkan oleh regulasi klinik dan hukum setempat. Tanpa data ini, dokter hanya bisa "menebak" protokol yang tepat — dan tebakan yang salah berarti siklus yang tidak optimal.

Prinsip Penting: Pemeriksaan pra-IVF adalah investasi informasi — bukan formalitas. Setiap tes yang dilakukan menghasilkan data yang membantu tim klinik mengambil keputusan yang lebih tepat untuk siklus Anda. Tidak ada pemeriksaan yang dilakukan "tanpa alasan" dalam evaluasi yang dirancang dengan baik.

Konsultasi Dokter Spesialis Fertilitas

Langkah pertama dan paling fundamental adalah konsultasi langsung dengan dokter spesialis fertilitas (Sp.OG dengan sub-spesialisasi fertilitas, atau dokter andrologi untuk pria). Konsultasi ini bukan sekadar perkenalan — ini adalah sesi pengumpulan informasi menyeluruh yang menentukan arah seluruh evaluasi berikutnya.

Yang Didiskusikan dalam Konsultasi Awal

  • <strong>Riwayat menstruasi</strong> — regularitas, durasi, ada tidaknya nyeri berat yang mengindikasikan endometriosis
  • <strong>Riwayat kehamilan sebelumnya</strong> — termasuk keguguran, kehamilan ektopik, atau anak sebelumnya
  • <strong>Durasi mencoba hamil</strong> — berapa lama dan dengan metode apa
  • <strong>Riwayat operasi</strong> — terutama di area panggul, rahim, atau ovarium
  • <strong>Riwayat penyakit</strong> — endometriosis, PCOS, penyakit autoimun, diabetes, gangguan tiroid
  • <strong>Riwayat infeksi</strong> — PID, infeksi menular seksual, epididimitis pada pria
  • <strong>Riwayat kontrasepsi</strong> — jenis dan durasi penggunaan
  • <strong>Obat-obatan dan suplemen</strong> yang sedang dikonsumsi
  • <strong>Gaya hidup</strong> — merokok, alkohol, olahraga, pekerjaan dengan paparan toksik
  • <strong>Riwayat keluarga</strong> — kelainan genetik, keguguran berulang, atau infertilitas

Hasil dari Konsultasi Awal

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, dokter akan merancang panel pemeriksaan yang paling relevan untuk pasangan tersebut. Tidak semua pasangan perlu semua pemeriksaan — dokter yang baik akan memilih pemeriksaan yang hasilnya akan mengubah keputusan klinis, bukan memeriksa semua yang tersedia secara refleks.

Konsultasi juga adalah kesempatan terbaik untuk mengajukan pertanyaan tentang prosedur, ekspektasi realistis, estimasi biaya, dan semua kekhawatiran yang Anda miliki. Datanglah dengan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan.


USG Fertility Scan — Penilaian Visual Organ Reproduksi

USG transvaginal adalah pemeriksaan visual yang memberikan gambaran langsung tentang kondisi organ reproduksi wanita. Ini adalah pemeriksaan tunggal yang paling informatif dalam evaluasi kesuburan wanita — dalam satu sesi dapat menilai banyak hal sekaligus.

Apa yang Dinilai dalam Fertility Scan

Ovarium:

  • <strong>AFC (Antral Follicle Count)</strong> — menghitung folikel antral (2–10 mm) di kedua ovarium. Ini adalah penilaian cadangan ovarium langsung yang dilakukan bersama AMH darah. Target AFC normal 10–20 folikel total.
  • <strong>Volume ovarium</strong> — ovarium polikistik (membesar dengan banyak folikel kecil) atau ovarium atrofik (sangat kecil)
  • <strong>Kista ovarium</strong> — jenis, ukuran, dan karakteristik (fungsional, endometrioma, dermoid)

Rahim dan Endometrium:

  • <strong>Ukuran dan bentuk rahim</strong> — normal, bikornu, arkuata, atau septum
  • <strong>Ketebalan dan pola endometrium</strong> — tebal ideal 7–14 mm dengan pola trilaminar
  • <strong>Fibroid (mioma)</strong> — lokasi krusial: subserosa (tidak masalah), intramural (tergantung ukuran), submukosa (perlu ditangani sebelum IVF)
  • <strong>Polip endometrium</strong> — bahkan yang kecil dapat mengganggu implantasi dan perlu diangkat
  • <strong>Adenomiosis</strong> — endometrium yang tumbuh ke dinding rahim

Area Sekitar:

  • <strong>Hidrosalpinks</strong> — tuba yang tersumbat dan membengkak berisi cairan; toksik bagi embrio dan harus ditangani sebelum IVF
  • <strong>Cairan bebas di pelvis</strong> — kemungkinan menandakan infeksi aktif atau endometriosis

Kapan Fertility Scan Dilakukan

Untuk penilaian AFC yang optimal, USG sebaiknya dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3 siklus menstruasi (fase folikular awal) — saat ovarium dalam kondisi "istirahat" dan folikel antral paling mudah dihitung. Pemeriksaan pra-IVF sering dikombinasikan dengan pengambilan darah hormonal di waktu yang sama untuk efisiensi.

Tindak Lanjut bila Ada Temuan

Tidak semua temuan memerlukan tindakan sebelum IVF. Dokter akan menilai apakah temuan perlu ditangani dulu (misalnya fibroid submukosa, hidrosalpinks, polip) atau bisa dilanjutkan langsung ke IVF. Panduan lengkap ada di artikel USG Kesuburan kami.


Analisa Semen — Pemeriksaan Dasar Pria yang Tidak Boleh Dilewatkan

Analisa semen adalah pemeriksaan wajib bagi pria dalam setiap evaluasi kesuburan pasangan — tanpa pengecualian. Bahkan bila tidak ada keluhan dari sisi pria, hasil analisa semen secara langsung menentukan teknik fertilisasi yang akan digunakan (IVF konvensional vs ICSI) dan memberikan gambaran tentang sperma yang akan membuahi sel telur pasangan.

Parameter yang Dinilai

Analisa semen standar (berdasarkan WHO 2021) menilai:

  • <strong>Volume ejakulat</strong> — nilai normal ≥1,4 mL
  • <strong>Konsentrasi sperma</strong> — nilai normal ≥16 juta/mL
  • <strong>Total sperma per ejakulat</strong> — nilai normal ≥39 juta
  • <strong>Motilitas progresif (PR)</strong> — nilai normal ≥30%
  • <strong>Motilitas total</strong> — nilai normal ≥42%
  • <strong>Morfologi normal</strong> — nilai normal ≥4% (Kriteria Kruger Ketat)
  • <strong>Vitalitas</strong> — nilai normal ≥54%
  • <strong>pH dan likuefaksi</strong>

Persiapan Sebelum Analisa Semen

  • Abstinsi seksual <strong>2–7 hari</strong> sebelum tes (optimal 3–5 hari)
  • Hindari alkohol, merokok, dan sauna setidaknya 5 hari sebelum
  • Beritahu dokter bila ada demam dalam 3 bulan terakhir (dapat memengaruhi hasil)
  • Idealnya pengambilan sampel di klinik — untuk langsung diproses dalam 30–60 menit pertama

Mengapa Perlu Dua Kali?

Kualitas sperma bervariasi antar sampel. Sebagian besar panduan — termasuk WHO — merekomendasikan dua kali analisa semen dengan jarak 4–6 minggu sebelum diagnosis ditegakkan. Bila hasil pertama dalam batas normal dan tidak ada kekhawatiran klinis, satu kali sering dianggap cukup untuk evaluasi pra-IVF.

Pemeriksaan Tambahan Sperma (Bila Diperlukan)

  • <strong>DFI (DNA Fragmentation Index)</strong> — bila ada riwayat keguguran berulang, kegagalan IVF/ICSI sebelumnya, atau kualitas embrio yang selalu rendah. Baca lebih lanjut di artikel <a href="/edukasi/cek-sperma-dfi-dna-fragmentation-index">DFI kami</a>.
  • <strong>Kultur semen</strong> — bila ada tanda infeksi atau leukositospermia (&gt;1 juta leukosit/mL)
  • <strong>FISH sperma</strong> — bila ada kekhawatiran kelainan kromosom pada sperma

Tes Darah dan Hormon untuk Wanita

Panel tes darah wanita pra-IVF terdiri dari dua kelompok: pemeriksaan hormonal untuk menilai fungsi reproduksi, dan skrining infeksi yang diwajibkan untuk keamanan prosedur.

Panel Hormonal Wanita (Idealnya Day 2–3 Siklus)

Hormon Tujuan Pemeriksaan
AMH (Anti-Müllerian Hormone) Penanda cadangan ovarium terbaik — menentukan dosis stimulasi awal. Bisa diperiksa kapan saja.
FSH (Day 2–3) Fungsi pituitari dan respons ovarium. FSH tinggi = cadangan ovarium menurun.
LH (Day 2–3) Rasio LH:FSH untuk skrining PCOS dan fungsi pituitari.
Estradiol/E2 (Day 2–3) Baseline awal siklus. Nilai tinggi di Day 2–3 mengindikasikan kista atau cadangan sangat rendah.
Progesteron Nilai mid-luteal konfirmasi ovulasi. Nilai Day 2–3 digunakan untuk baseline.
Prolaktin Hiperprolaktinemia → anovulasi. Perlu evaluasi dan pengobatan sebelum IVF.
TSH (Tiroid) Gangguan tiroid mengganggu ovulasi dan meningkatkan risiko keguguran. Target TSH <2,5 mIU/L untuk IVF.
Testosteron / DHEAS (bila ada indikasi) Bila ada tanda hiperandrogenisme — jerawat berat, hirsutisme, atau PCOS dicurigai.

Skrining Infeksi Wajib (Wanita)

Ini adalah persyaratan wajib di hampir semua klinik IVF terkreditasi — baik karena regulasi klinik, hukum setempat, maupun standar RTAC dan akreditasi internasional lainnya:

Tes Skrining Alasan
HIV (HIV 1 & 2 antibodi / Ag-Ab combo) Pencegahan transmisi ke embrio dan protokol penanganan khusus bila positif
Hepatitis B (HBsAg + Anti-HBs + Anti-HBc) Risiko transmisi vertikal ke bayi; memerlukan protokol khusus
Hepatitis C (Anti-HCV) Risiko transmisi vertikal; memerlukan evaluasi lanjutan bila reaktif
Sifilis (VDRL / TPHA / RPR) Sifilis kongenital adalah kondisi serius yang dapat dicegah
Rubella (IgG/IgM) Rubella pada trimester pertama dapat menyebabkan kelainan kongenital serius; vaksinasi direkomendasikan bila belum imun
Golongan darah dan Rhesus Penting untuk manajemen kehamilan; Rh negatif memerlukan penanganan khusus
CBC (Darah Lengkap) Deteksi anemia, infeksi tersembunyi, dan baseline hematologi

Pemeriksaan Tambahan (Sesuai Indikasi Klinis)

  • <strong>Cytomegalovirus (CMV)</strong> IgG/IgM — relevan bila menggunakan donor gamet
  • <strong>Varicella Zoster</strong> antibodi — bila riwayat cacar air tidak jelas
  • <strong>Toxoplasma</strong> IgG/IgM — bila ada riwayat kontak hewan ternak/kucing
  • <strong>Karyotype</strong> (analisis kromosom) — bila ada riwayat keguguran berulang, kelainan kromosom keluarga, atau anak sebelumnya dengan kelainan kromosom
  • <strong>Thrombofilia panel</strong> (faktor V Leiden, MTHFR, dll.) — bila ada riwayat keguguran berulang trimester kedua atau trombosis
  • <strong>Antibodi antifosfolipid</strong> — pada keguguran berulang yang tidak terjelaskan
  • <strong>Gula darah / HbA1c</strong> — bila ada tanda resistensi insulin atau PCOS

Tes Darah dan Hormon untuk Pria

Panel Hormonal Pria (Idealnya Diambil Pagi Hari)

Hormon Tujuan Pemeriksaan
FSH Menilai fungsi spermatogenesis. Tinggi = kegagalan testis primer. Rendah = masalah di otak/pituitari.
LH Fungsi sel Leydig dan sumbu hipotalamus-pituitari. Dikombinasikan dengan testosteron untuk diagnosis hipogonadisme.
Testosteron Total Status androgen keseluruhan. Diukur pagi hari karena ritme sirkadian (puncak pagi). Target normal 300–1000 ng/dL.
Prolaktin Hiperprolaktinemia menekan testosteron dan merusak spermatogenesis. Penyebab sering: prolaktinoma atau obat-obatan.
TSH Hipotiroidisme pada pria menurunkan motilitas sperma dan libido. Sering terlewat dalam evaluasi pria.

Pemeriksaan Hormonal Tambahan (Sesuai Indikasi)

  • <strong>Estradiol (E2)</strong> — bila ada ginekomastia, obesitas, atau rasio T:E2 yang mencurigakan
  • <strong>Inhibin B</strong> — penanda cadangan spermatogenesis tambahan pada azoospermia
  • <strong>SHBG</strong> (Sex Hormone Binding Globulin) — untuk kalkulasi testosteron bebas yang lebih akurat

Skrining Infeksi Wajib (Pria)

Tes Skrining Alasan
HIV (HIV 1 & 2) Wajib — penting untuk keamanan embrio dan protokol laboratorium
Hepatitis B (HBsAg) Risiko transmisi melalui sperma ke embrio dan pasangan
Hepatitis C (Anti-HCV) Risiko transmisi; perlu protokol khusus bila reaktif
Sifilis (VDRL/TPHA) Dapat mempengaruhi kualitas sperma dan ditularkan ke pasangan
Golongan darah dan Rhesus Data medis dasar yang selalu diperlukan

Pemeriksaan Genetik Pria (Sesuai Indikasi)

  • <strong>Karyotype</strong> — pada OAT berat (&lt;5 juta total sperma) untuk mendeteksi Klinefelter (47,XXY) dan kelainan kromosom lain
  • <strong>AZF microdeletion</strong> — pada OAT berat hingga azoospermia non-obstruktif; penting untuk mengetahui peluang menemukan sperma bila biopsi testis direncanakan
  • <strong>Mutasi CFTR</strong> — bila tidak ada vas deferens (CBAVD) yang dicurigai, karena sering dikaitkan dengan mutasi gen fibrosis kistik

Pemeriksaan Tambahan Berdasarkan Kondisi

Di luar empat blok utama di atas, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan tambahan berdasarkan temuan atau riwayat klinis spesifik:

Penilaian Rongga Rahim (Bila Diperlukan)

  • <strong>Histeroskopi diagnostik</strong> — bila USG mencurigakan polip, adhesi, atau kelainan rongga rahim yang perlu dikonfirmasi dan mungkin sekaligus diobati. Standar emas untuk evaluasi kavum uteri.
  • <strong>Sonohisterografi (SIS — Saline Infusion Sonography)</strong> — injeksi salin ke dalam rongga rahim selama USG untuk meningkatkan visualisasi kelainan intrakavum; lebih nyaman dari histeroskopi.

Konsultasi Spesialis Tambahan

  • <strong>Andrologi/Urologi</strong> — untuk pria dengan OAT berat, azoospermia, atau varikokel yang terdeteksi; untuk menilai apakah varikokelektomi sebelum IVF menguntungkan, atau biopsi testis (TESA) diperlukan
  • <strong>Endokrinologi</strong> — bila ada gangguan tiroid signifikan, hiperprolaktinemia berat, atau resistensi insulin yang memerlukan manajemen sebelum IVF
  • <strong>Konseling genetik</strong> — bila ada kelainan genetik yang teridentifikasi pada pasangan atau riwayat kelainan genetik dalam keluarga; untuk mendiskusikan implikasi dan opsi PGTA/PGTM
  • <strong>Psikologis/Konseling</strong> — banyak klinik terakreditasi RTAC mewajibkan konseling psikologis sebelum IVF, terutama bila menggunakan donor gamet

Mock Transfer / Trial Transfer

Beberapa klinik melakukan mock embryo transfer (transfer percobaan tanpa embrio) sebelum siklus IVF dimulai. Tujuannya: mengukur panjang dan sudut kavum uteri, mengidentifikasi obstruksi serviks, dan memastikan kateter transfer yang tepat dapat masuk tanpa kesulitan. Ini membantu mencegah komplikasi teknis saat transfer embrio sesungguhnya dilakukan.


Checklist Pemeriksaan Pra-IVF

Berikut ringkasan pemeriksaan yang umumnya diperlukan sebelum memulai program IVF:

Pemeriksaan Wanita Pria Wajib / Opsional
Konsultasi dokter spesialis Wajib
USG transvaginal (fertility scan + AFC) Wajib
Analisa semen (2 kali, jarak 4–6 minggu) Wajib
AMH Wajib
FSH + LH + Estradiol (Day 2–3) Wajib
FSH + LH + Testosteron Total (pagi) Wajib
Prolaktin ✓ (bila ada indikasi) Wajib (wanita)
TSH Wajib (keduanya)
HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis Wajib (keduanya)
Rubella IgG/IgM Wajib (wanita)
Golongan darah & Rhesus Wajib (keduanya)
CBC (darah lengkap) Wajib (keduanya)
DFI (DNA Fragmentation) ✓ (bila ada indikasi) Opsional
Karyotype (analisis kromosom) ✓ (bila indikasi) ✓ (bila indikasi) Opsional
AZF microdeletion ✓ (bila OAT berat/azoospermia) Opsional
Histeroskopi / Sonohisterografi ✓ (bila indikasi dari USG) Opsional
Mock embryo transfer ✓ (beberapa klinik) Opsional
Konseling psikologis Direkomendasikan kuat
Langkah Selanjutnya: Setelah semua pemeriksaan selesai, dokter akan merangkum hasilnya dalam satu konsultasi review — menjelaskan diagnosis, protokol yang direncanakan, ekspektasi yang realistis, dan jadwal siklus IVF. Inilah momen di mana semua data menjadi rencana tindakan yang konkret.

Yang Sering Ditanyakan

Pertanyaan paling sering tentang pemeriksaan sebelum memulai program IVF

Apakah semua pemeriksaan ini wajib dilakukan sebelum IVF bisa dimulai?+
Sebagian besar ya — terutama pemeriksaan skrining infeksi, hormon dasar, analisa semen, dan USG. Ini bukan sekadar formalitas: hasilnya secara langsung memengaruhi protokol stimulasi, teknik fertilisasi yang dipilih, dan keamanan prosedur. Beberapa pemeriksaan tambahan bersifat opsional tergantung kondisi klinis. Di sebagian besar klinik terkreditasi, hasil pemeriksaan ini juga merupakan syarat legal sebelum prosedur dapat dimulai.
Apakah saya bisa menggunakan hasil pemeriksaan dari klinik lain atau laboratorium berbeda?+
Tergantung klinik dan jenis pemeriksaan. Banyak klinik IVF menerima hasil dari laboratorium terakreditasi yang dibuat dalam waktu tertentu (biasanya 3–6 bulan terakhir untuk hormon, 1 tahun untuk skrining infeksi). Hasil USG dan analisa semen lebih sering diminta untuk dilakukan ulang di klinik sendiri karena lebih bergantung pada metode dan interpretasi operator. Tanyakan kepada klinik Anda pemeriksaan apa yang bisa dibawa dari luar dan mana yang harus dilakukan ulang.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pemeriksaan pra-IVF?+
Dengan perencanaan yang baik, sebagian besar pemeriksaan dapat diselesaikan dalam 2–4 minggu. Tantangan utama adalah timing: beberapa tes hormonal wanita harus dilakukan di hari ke-2 atau ke-3 siklus menstruasi, sehingga ada jendela waktu yang terbatas per bulan. Analisa semen dan tes darah pria bisa dilakukan kapan saja. Konsultasikan dengan klinik untuk membuat jadwal pemeriksaan yang efisien.
Apakah hasil pemeriksaan pra-IVF bisa "kadaluarsa" dan perlu diulang?+
Ya. Sebagian besar klinik memiliki kebijakan tentang masa berlaku hasil pemeriksaan: skrining infeksi umumnya berlaku 12 bulan dan perlu diperbarui sebelum setiap siklus baru bila sudah lewat batas. Tes hormonal dan AMH umumnya diperbarui bila lebih dari 6–12 bulan. Analisa semen biasanya diperbarui setiap 6–12 bulan. USG baseline dilakukan di awal setiap siklus stimulasi. Tanyakan kebijakan klinik Anda secara spesifik.
Apakah pemeriksaan pra-IVF sama untuk semua pasangan, termasuk yang sudah pernah IVF sebelumnya?+
Tidak sepenuhnya sama. Pasangan yang pernah menjalani IVF sebelumnya tidak perlu mengulang semua pemeriksaan dari nol — terutama bila sudah ada rekam medis lengkap dari siklus sebelumnya. Yang umumnya diperbarui adalah: skrining infeksi (bila sudah >12 bulan), tes hormon dasar, dan AMH (karena berubah seiring waktu). Pemeriksaan genetik yang sudah dilakukan biasanya tidak perlu diulang kecuali ada perubahan kondisi.